Minggu, 10 September 2017

ALGORITMA PERCABANGAN


Algoritma Percabangan 1 dan 2 Kondisi

ALGORITMA PERCABANGAN


Sebuah program tidak selamanya akan berjalan dengan mengikuti struktur berurutan, kadang-kadang kita perlu merubah urutan pelaksanaan program dan menghendaki agar pelaksanaan program meloncat ke baris tertentu. Peristiwa ini kadang disebut sebagai percabangan/pemilihan atau keputusan. Algoritma percabangan pada pemrograman umumnya menggunakan kata kunci IF (jika), THEN (maka), dan ELSE (selainnya). Berikut kelompok saya akan mejelaskan tentang algoritma percabangan 1 kondisi dan 2 kondisi beserta contoh kasusnya.


ALGORITMA PERCABANGAN 1 KONDISI
Algoritma percabangan dengan 1 kondisi memiliki format dasar seperti berikut :
            IF <kondisi>
            THEN <pernyataan>
Pada format diatas , jika <kondisi> bernilai benar maka <pernyataan> dikerjakan, sedangkan jika bernilai salah, maka <pernyataan> tidak dikerjakan dan proses langsung keluar dari percabangan.
Contoh Kasus : Nilai siswa akan gagal bila bernilai ≤ 60

ALGORITMA BAHASA NATURAL
Mulai
Menentukan nilai siswa
Jika nilai siswa ≤ 60
Siswa dinyatakan Gagal
Selesai

PSEUDOCODE
Var :
            nilai_siswa : integer
Pseudocode :
Read ( nilai siswa )
IF nilai siswa ≤ 60 THEN
 write ( Siswa dinyatakan gagal )

FLOWCHART





ALGORITMA PERCABANGAN 2 KONDISI
Algoritma percabangan dengan 2 kondisi memiliki format dasar seperti berikut :
            IF <kondisi>
            THEN <pernyataan 1>
            ELSE <pernyataan 2>
Pada format di atas, Jika <kondisi> bernilai benar maka pernyataan 1 dikerjakan. Sedangkan jika tidak (<kondisi>bernilai salah), maka pernyataan yang dikerjakan adalah pernyataan 2. Berbeda dengan percabangan 1 kondisi, pada percabangan dua kondisi ada dua pernyataan untuk kedua kondisi,yaitu untuk <kondisi> yang bernilai benar dan <kondisi> yang bernilai salah.
Contoh Kasus : Penggolongan nilai

ALGORITMA BAHASA NATURAL
Mulai
Menentukan nilai siswa
Jika nilai siswa ( 0 – 100 ) > 75 Tergolong Baik
Jika nilai siswa ( 0 – 100 ) ≤ 75 Tergolong Cukup
Tampilkan hasil
Selesai

PSEUDOCODE
Var :
            nilai_siswa : integer
Pseudocode
read (nilai siswa )
IF nilai siswa > 75 THEN
write ( tergolong baik )
ELSE
write ( tergolong cukup )

FLOWCHART

Minggu, 03 September 2017

Pengertian Operator dan jenisnya


MACAM-MACAM OPERATOR

PENGERTIAN OPERATOR



Operator  atau tanda operasi adalah  suatu tanda atau simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi. Operasi atau manipulasi mencakup ungkapan yang dibuat dari operand dan operator . Misalnya : 

Menjumlahkan dua buah nilai (bilangan). 
Memberikan nilai ke suatu variabel 
Membandingkan kesamaan dua buah nilai


1.    Operator Aritmatika

Adalah operator untuk keperluan operasi bilangan. Operator aritmatika dibagi menjadi dua, yaitu operator binary dan operator unary.


2.    Operator Boolean

Adalah operator yang dipakai untuk menangani operasi data bertipa boolean. Operator ini juga menghasilkan data bertipe boolean.


3.    Operator Logika

Adalah operator untuk menangani operasi logika pada bit-bit angka. Berbeda dengan operator boolean, operator logika berfungsi mirip dengan operator aritmatika, artinya operator ini tidak menangani data berupa pernyataan namun berupa angka / integer.


4.    Operator String

Adalah operator yang menangani data berupa string atau huruf/karakter. Operator string hanya satu, yaitu operator +. Operator ini berfungsi sebagai perangkai, jadi tidak sama dengan + pada operator aritmatika. 


5.    Operator Pointer

adalah operator yang khusus menangani data berupa pointer, hasil operator pointer bisa berupa pointer, integer, atau boolean.


6.    Operator Himpunan

Adalah operator yang menangani data berupa himpunan.


7.    Operator Relasional

Adalah operator yang menangani perbandingan antara dua buah data. Operator relasional menghasilkan nilai boolean.


8.    Operator Class
Operator as dan is menerima class dan instan obyek sebagai operand, operator = dan juga beroperasi dengan class
9.  Operator @
Operator @ menghasilkan alamat variabel, function, procedure, atau method. Operator @ mengkonstruksi pointer dengan operandnya



SEKIAN DAN TERIMAKASIH










Pengertian Pseudocode

PENGERTIAN PSEUDOCODE


Kode Pseudo (Pseudo-code) adalah sebuah kode yang digunakan untuk menulis sebuah algoritma dengan cara yang bebas yang tidak terikat dengan bahasa pemrograman tertentu. Pseudo-code berisikan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu permasalahan [hampir sama dengan algoritma], hanya saja bentuknya sedikit berbeda dari algoritma.
Pseudo-code menggunakan bahasa yang hampir menyerupai bahasa pemrograman. Selain itu biasanya pseudo-code menggunakan bahasa yang mudah dipahami secara universal dan juga lebih ringkas dari pada algoritma.

Struktur Kode Pseudo (Pseudo-code)

Judul
{Berisi Judul Algoritma}
Deskripsi
{Berisi Deklarasi Variabel atau Konstantan}
Implementasi
{Berisi Inti Algoritma}

~~~~~Notasi – notasi Pseudo~~~~~


1. Bentuk Pernyataan
X <—- Y
keterangan :
X : diberi nilai
Y : Memberi Nilai
Ex : Hasil <—- Bilangan Mod 2

2. Bentuk Percabangan
if kondisi then
pernyataan
if kondisi 1 then
pernyataan 1
else
pernyataan 2
if kondisi 1 then
pernyataan 1
else if kodisi 2 then
pernyataan 2
else if kondisi n then
pernyataan
else
pernyataan else


3. Bentuk Perulangan
for (persyaratan) do
pernyataan for
while (persyaratan)
pernyataan while
Repeat
pernyataan repeat
Until (persyratan)
Contoh : Algoritma untuk menentukan bilangan Genap/Ganjil (Pseudo-code)
Deskripsi
hasil,bil : integer
Implementasi
Baca (bil)
hasil <—- bil mod 2
if hasil = 0 then
cetak (Genap)
else
cetak (Ganjil)
End.



Pengertian dan Jenis Sistem Bilangan Komputer

Pengertian dan Macam Jenis Sistem Bilangan Komputer

Number system, Format bilangan komputer atau sistem bilangan komputer merupakan sebuah cara untuk mewakili besaran yang berasal dari sebuah item fisik.

System bilangan memakai sebuah bilangan basis atau base otr radix atau dikenal dengan bilangan dasar yang menjadi tertentu.

Dalam kaitan nya dengan komputer, terdapat 4 jenis system bilangan yang di ketahui yakni : decimal (basis 10), biner (basis 2, octal (basis 8), dan juga hexadecimal (basis 16).
.
.

4 JENIS SISTEM BILANGAN KOMPUTER

1.Desimal atau basis 10
.

Decimal atau basis 10 adalah suatu system bilangan yang sudah umum di pakai di dalam kehidupan sehrai hari nya. System bilangan decimal emmakai basis 10 dan juga memakai 10 macam symbol bilangan yakni : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan juga 9.

Sistem bilangan komputer decimal bisa berupa integer decimal atau decimal integer dan juga bisa berupa decimal fraction atau dalam bentuk pecahan decimal.

2.Biner atau basis 2


Biner atau basis 2 merupakan system bilang yang terbagi daei 2 simbol yakni 0 dan juga 1. Bilangan biner atau basis 2 ini di kenal kan dan di populerkan oleh john von Neumann. Dan untuk system bilangan modern itu di cetus kan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz di abad ke 17.

Pada sistem bilangan komputer basis 2 atau binner ini merupakan suatu dasar dari seluruh system bilangan berbasis digital. Di system binner, anda bisa mengkonversi nya ke pada system bilangan hexadecimal atau octal. Pada system ini juga bisa di sebut dengan istilah binary digit atau bit.Pengelompokan binner di dalam komputer selalu memiliki jumlah sampai 8, dengan istilah 1 bita atua byte, di dalam sitilah computer 1 byte = 8 bit .

Dalam menghitung di binner ini sama hal nya dengan cara menghitung dengan system bilangan yang lain nya. Yang di awali dengan angka pertama, dan angka yang selanjutnya, di dalam system bilangan selanjutnya.

Di dalam system bilangan desimal, perhitungan memakai angka 0 sampai dengan angka 9, sedangkan untuk binner hanya memakai angka 0 dan 1 saja.

3.Oktal atau basis 8
.
Octal atau basis 8 merupakan sistem bilangan komputer yang terbagi dari 8 simbol yakni 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan juga 7.

4.Hexadesimal atau basis 16

Hexadicemial atau basis 16, hexa yang artinya 6 dan decimal yang artinya 10 merupakan suatu system bilangan yang terbagi dari 16 simbol yakni 0, 1, 2 , 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10, B (11), C (12), D (13), E (14), F (15).

Di dalam sistem bilangan komputer hexadesimal ini mengkombinasi kan 2 unsur yakni huruf dan juga angka. Untuk huruf A itu yang mewakili angka 10, huruf B itu yang mewakili angka 11, dan juga seterusnya hingga pada akhir nya sampai pada huruf F yang mewakili angka 15.

Pada system bilangan ini di pakai untuk memberi kan tampilan alamat memory di dalam pemrograman komputer.